PT.Rifan Financindo Yogyakarta

PT.Rifan Financindo Yogyakarta


IHSG Diprediksi Melemah, Saham-saham Ini Bisa Jadi Pilihan - PT Rifan Financindo

Posted: 27 Sep 2021 07:13 PM PDT

PT Rifan Financindo  -  IHSG ditutup Melemah. IHSG ditutup di level 6,122.49 (-0.36%). Pergerakan ditutup melemah mengalami koreksi setelah menguat sejak pertengahan pekan lalu. Pelemahan diakibatkan adanya kekhawatiran akan segera dilakukannya tapering oleh The Fed, serta minimnya sentimen dari dalam negeri.

Bursa Amerika Serikat ditutup Bercampur. Dow Jones ditutup 34,869.37 (+0.21%), NASDAQ ditutup 14,970.00 (-0.52%), S&P 500 ditutup 4,443.11 (-0.28%). Wall Street ditutup bervariasi, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi, sementara Dow Jones berhasil menguat pada akhir perdagangan Senin.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi karena investor beralih ke saham teknologi, dan kenaikan yield US Treasury membebani ekuitas di pekan terakhir kuartal ini. Benchmark yield US Treasury naik, menguntungkan sektor keuangan yang sensitif terhadap suku bunga. Naiknya harga minyak mentah mendorong saham energi ke kenaikan persentase penutupan terbesar.

IHSG diprediksi Melemah

Resistance 2 : 6,185

Resistance 1 : 6,142

Support 1 : 6,099

Support 2 : 6,077

IHSG diprediksi melemah. Secara teknikal candlestick membentuk lower high dan lower low dengan kenaikan volume dan stochastic yang membentuk deadcross mengindikasikan potensi pelemahan. Pergerakan masih dibayangi kekhawatiran tapering, kenaikan yield US treasury serta minimnya sentimen dari dalam negeri.

News Compilation

ADRO 1,510 (+0.66%) SIAPKAN DANA Rp 4 Tn UNTUK BUYBACK SAHAM

MBAP 3,490 (+5.43%) BAGIKAN DIVIDEN DENGAN YIELD 9.68%

BUKA 870 (-1.69%) BANTAH RENCANA DUAL LISTING DI AS

AGRO 2,520 (-1.94%) RESMI MENGUBAH NAMA MENJADI BANK RAYA

ACES 1,255 (-2.71%) BUKA GERAI BARU DI CAKUNG

Artha Sekuritas Trading Portfolio

ERAA, WIKA, PGAS, ADRO

BBCA, IMAS, ASSA, WSKT,MDKA



Sumber: market.bisnis

PT Rifan Financindo

BPJS Kesehatan Beri Penghargaan ke Mitra Fasilitas Kesehatan | PT Rifan Financindo

Posted: 27 Sep 2021 06:54 PM PDT


PT Rifan Financindo  -   Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti memberikan penghargaan kepada mitra kerja/fasilitas kesehatan dan sejumlah Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) BPJS Kesehatan di tingkat kedeputian wilayah dan kantor cabang, hari ini. Penghargaan ini sebagai apresiasi terhadap upaya pengendalian gratifikasi di lingkungan Kantor BPJS Kesehatan.

"BPJS Kesehatan telah menerapkan sistem untuk mengendalikan penerimaan gratifikasi melalui Program Pengendalian Gratifikasi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penerapan tata kelola yang baik, bersih, serta bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme di lingkungan kerja kita," kata Ghufron dalam keterangan tertulis, Senin (27/9/2021).

Dalam acara Penghargaan UPG BPJS Kesehatan Tahun 2021 yang digelar secara daring tersebut. Di tingkat kedeputian wilayah, UPG BPJS Kesehatan yang menerima penghargaan antara lain Kedeputian Wilayah Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara; Kedeputian Wilayah Riau.

Ada juga Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Jambi; serta Kedeputian Wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Sementara di tingkat cabang, penghargaan tersebut diterima oleh Kantor Cabang Soreang, Kantor Cabang Waingapu, dan Kantor Cabang Jember.

Ghufron menjelaskan Program Pengendalian Gratifikasi tidak hanya melibatkan pihak internal BPJS Kesehatan, melainkan juga pihak eksternal dan stakeholders JKN-KIS seperti mitra fasilitas kesehatan.

Untuk itu, BPJS Kesehatan juga menyelenggarakan Lomba TikTok dan Vlog Anti Gratifikasi yang diharapkan menjadi sarana sosialisasi, edukasi, dan publikasi terkait upaya pengendalian gratifikasi di BPJS Kesehatan.

"Lomba ini diharapkan mampu mendorong awareness dan dukungan mitra kerja BPJS Kesehatan terhadap penerapan pengendalian gratifikasi. Sebab, penerapan pengendalian gratifikasi tidak hanya merupakan komitmen dari diri sendiri maupun seluruh organ di BPJS Kesehatan, tetapi juga harus dilandasi kesadaran bersama dari para stakeholders JKN-KIS," imbuh Ghufron.

Lomba TikTok Anti Gratifikasi BPJS Kesehatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari fasilitas kesehatan, mitra kerja dan stakeholders JKN-KIS lainnya. Juara pertama diraih oleh Puskemas Pandanaran Jawa Tengah, juara kedua adalah Klinik Cerme Gresik Jawa Timur, dan juara ketiga diperoleh RSUD Cimacan Jawa Barat.

Sementara dalam Lomba Vlog Anti Gratifikasi, juara pertama berhasil disabet Puskesmas Madukara Jawa Tengah, juara kedua diraih RSUD Sayang Cianjur Jawa Barat, dan juara ketiga disandang oleh Puskesmas Karanggeneng Jawa Timur.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan, UPG BPJS Kesehatan tersebut memiliki peran strategis dan membutuhkan integritas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik.

Ia pun optimis, dengan tingginya komitmen seluruh duta BPJS Kesehatan selama ini dalam bertugas menjalankan Program JKN-KIS, ia yakin, BPJS Kesehatan akan mampu mengelaborasikan dan mengembangkan kualitas pelayanan terbaik bagi peserta JKN-KIS.

"Mari kita bersama-sama berkomitmen melaksanakan pencegahan dan pemberantasan gratifikasi di BPJS Kesehatan, sebagai bentuk upaya mewujudkan tata kelola (good governance) yang bersih dan berwibawa dengan melibatkan partisipasi aktif dari para mitra BPJS Kesehatan seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), badan pemerintah terkait lainnya, dunia usaha dan masyarakat," tutur Achmad.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK RI, Syarief Hidayat turut mengapresiasi BPJS Kesehatan yang dari tahun ke tahun berupaya menyempurnakan upaya pengendalian gratifikasi di lingkungan kerjanya.

Bahkan menurutnya, BPJS Kesehatan telah melakukan terobosan dengan mengadakan penghargaan UPG BPJS Kesehatan Tahun 2021 yang belum banyak diadakan oleh kementerian/lembaga lain.

"Kami sudah melakukan evaluasi terhadap apa saja yang telah dilakukan BPJS Kesehatan dalam mengendalikan gratifikasi. Bahkan pada tahun 2020, BPJS Kesehatan masuk dalam daftar top five kementerian/lembaga dengan UPG terbaik. Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan ke depannya, seperti melakukan deteksi komponen titik-titik rawan gratifikasi dan menyusun mitigasi risiko terhadap titik-titik rawan gratifikasi yang berpotensi timbul ketika memberikan layanan kepada masyarakat. Terima kasih BPJS Kesehatan, sudah mendukung KPK mewujudkan budaya anti gratifikasi di Indonesia," ujarnya.


 Sumber : news.detik

 PT Rifan Financindo


Comments

Popular posts from this blog

PT.Rifan Financindo Yogyakarta