PT.Rifan Financindo Yogyakarta
PT.Rifan Financindo Yogyakarta |
| BI Mulai Jual Surat Utang Pemerintah Buat Jaga Stabilitas Rupiah | PT Rifan Financindo Posted: 18 Jul 2022 11:39 PM PDT PT Rifan Financindo - Bank Indonesia (BI) saat ini sedang menempuh langkah untuk normalisasi likuiditas. Hal ini sebagai bagian dari normalisasi kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Edi Susianto mengungkapkan setelah menaikkan rasio GWM yang implementasinya dilakukan secara gradual, BI juga memperkuat pelaksanaan Operasi Moneter Rupiah."Termasuk melalui penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," kata dia, Selasa (19/7/2022). Edi menjelaskan penjualan SBN tersebut bertujuan untuk menyerap kelebihan likuiditas di pasar keuangan sehingga dapat memperbaiki kondisi supply-demand terutama di pasar uang. Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia mengutamakan penjualan SBN tenor pendek secara terukur dengan mempertimbangkan dinamika pasar. "Kedepan, BI tetap akan memonitor dinamika likuiditas di pasar keuangan dalam rangka menjaga agar transmisi kebijakan moneter berjalan dengan efektif," ujar dia. Sebelumnya diberitakan di Reuters, BI menjual sebagian kepemilikan obligasi pemerintah di pasar sekunder. Hal ini untuk juga dilakukan untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah. DIsebutkan penjualan obligasi senilai Rp 390 miliar. Penjualan juga terus dilakukan dan BI juga masih menjadi pembeli siaga dalam lelang obligasi pemerintah. Tahun lalu memang BI sepakat untuk membli obligasi senilai Rp 224 triliun dengan suku bunga rendah pada 2022 untuk membantu pemerintah. Hingga 14 Juli 2022 BI mengantongi total obligasi pemerintah senilai Rp 824,54 triliun. Angka ini tidak termasuk yang digunakan dalam operasi moneter dengan bank. Sebelumnya Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut jika tahun 2022 bank sentral akan mengurangi likuiditas. Sumber : finance.detik PT Rifan Financindo |
| Top! Udang Asal RI 'Terbang' ke Thailand Sampai AS | PT Rifan Financindo Posted: 18 Jul 2022 11:42 PM PDT PT Rifan Financindo - Produk udang dan olahan asal Jawa Timur berpotensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. Dikutip dari data International Trade Center (dalam trademap.org), nilai ekspor Perikanan (HS 03 dan 1603-1605) Dunia di pasar global pada tahun 2021 mencapai US$ 164,24 miliar (naik 15,34% yoy). Selama lima tahun terakhir (2017-2021) ekspor Perikanan Dunia secara rata-rata meningkat 3,23% per tahun. Secara spesifik untuk produk udang dan olahannya (HS 0306 dan 1605), pada tahun 2021 mencapai US$48,36 miliar (meningkat 26,27% yoy pada 2021). Selama lima tahun terakhir (2017-2021) ekspor udang dan olahannya dunia secara rata-rata meningkat 4,91 % per tahun.Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor komoditas perikanan dan menempati peringkat 11 dunia, selain itu juga menguasai pangsa pasar ekspor sebesar 3,2% pada 2021 (atau mencapai US$5,26 miliar). Saat ini lima negara pengekspor utama komoditas perikanan di dunia adalah China, Norwegia, Vietnam, India dan Kanada. Kepala Divisi IEB Institute, Rini Satriani menjelaskan, "Khusus untuk produk udang dan olahannya, Indonesia mampu menempati peringkat keenam setelah India, Ekuador, China, Kanada dan Vietnam. Nilai ekspor udang dan olahannya Indonesia pada 2021 mencapai US$2,92 miliar atau berkontribusi 6,03% terhadap total ekspor udang dan olahannya dunia pada 2021. Jika dibandingkan terhadap total ekspor perikanan Indonesia, maka ekspor udang dan olahannya Indonesia berkontribusi sebesar 55,41%," jelas dia dalam siaran pers, Senin (18/7/2022). Nilai ekspor perikanan Indonesia untuk periode Januari-Mei 2022 mencapai US$2,26 miliar atau naik 15,04% yoy dari US$1,96 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Untuk produk udang dan olahannya selama Januari-Mei 2022 pun mengalami peningkatan sebesar 17,56% (YoY) atau mencapai US$1,27 miliar (naik dari US$1,08 miliar pada Januari-Mei 2021). Berdasarkan jenis komoditas, ekspor udang Indonesia didominasi oleh lobster, udang kecil (shrimp), udang besar (prawn) dengan negara tujuan ekspor utamanya adalah Amerika Serikat, China, Jepang, Vietnam dan Thailand. Melihat potensi tersebut, Indonesia Eximbank / Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) baru-baru ini meresmikan Desa Devisa Kluster Udang di Situbondo yang disaksikan Wakil Bupati Situbondo Khoirani. Sebagai lembaga khusus Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, LPEI selalu mendukung pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor melalui berbagai program dan diantaranya adalah Program Desa Devisa. Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso menjelaskan LPEI bersinergi dengan pemerintah baik pusat dan juga daerah, pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan potensi suatu wilayah. Melalui Program Desa Devisa, LPEI hadir membantu para pelaku usaha untuk ditingkatkan kapasitasnya, baik dari sisi knowledge maupun aspek produksinya. Diberikan pelatihan, pendampingan agar mampu membangun produk yang berstandar internasional. "Program Desa Devisa ini juga selain memajukan produk atau komoditas, juga memiliki tujuan yaitu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. Kalau produknya memiliki daya saing tinggi, artinya harga jualnya juga bagus, maka secara tidak langsung, masyarakatnya akan makmur," jelas dia. Dia mengungkapkan Desa Devisa Kluster Udang ini merupakan binaan bersama antara LPEI dengan salah satu debitur, Panca Mitra Multiperdana (PMMP). Hasil panen udang dari Desa Devisa ini akan dijual kepada PMMP, jadi kualitasnya terjamin. "Kami berharap kedepannya akan banyak lagi Desa Devisa dengan mengangkat skema bisnis seperti ini," tutur Riyani. Sumber : finance.detik PT Rifan Financindo |
| You are subscribed to email updates from PT.Rifan Financindo Yogyakarta. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Comments
Post a Comment