PT.Rifan Financindo Yogyakarta
PT.Rifan Financindo Yogyakarta |
- Andalkan Barang Impor, Singapura Terancam Krisis Pangan | PT Rifan Financindo
- Mendag Zulkifli Hasan: Tenang, Harga Cabai Rawit Naik Cuma Faktor Musiman | PT Rifan Financindo
- Diversifikasi Portofolio Investasi di Tengah Kenaikan Inflasi hingga Suku Bunga | PT Rifan Financindo
| Andalkan Barang Impor, Singapura Terancam Krisis Pangan | PT Rifan Financindo Posted: 21 Jun 2022 08:24 PM PDT PT Rifan Financindo - Meski terlihat sebagai negara yang kaya, nyatanya Singapura masih menghadapi tantangan yang terus menerus terjadi pada masalah mendasar kehidupan masyarakatnya. Hal itu adalah ketahanan pangan. Baru-baru ini masalah ketahanan pangan ini mendapatkan sorotan. Larangan ekspor ayam dari negara tetangganya, Malaysia menjadi masalah baru Singapura. Diketahui, Negeri Singa mengimpor 34% kebutuhan daging ayamnya dari negata tetangganya tersebut.Sebagai negara kepulauan kecil, Singapura memang kekurangan sumber daya alam. Dilansir dari CNBC, Rabu (22/6/2022), untuk masalah kebutuhan pokok paling mendasar seperti makanan, mereka mengimpor lebih dari 90% kebutuhannya. Impor dilakukan dari 170 negara dan wilayah di dunia. Belum lagi, saat ini Singapura pun sedang merasakan efek dari kenaikan inflasi makanan. Harga makanan naik 4,1% pada April dari tahun sebelumnya, naik dari 3,3% pada Maret. Pemilik kios jajanan mulai merasa terjepit karena mereka berada di bawah tekanan untuk menjaga harga tetap terjangkau untuk masyarakat di sisi lain bahan-bahan makanan melonjak tinggi harganya. Remus Seow, pemilik Fukudon, sebuah kios jajanan yang menjual rice bowl Jepang, adalah salah satu contohnya. Selama enam bulan terakhir, harga produk yang dia beli, seperti minyak goreng, telur, dan daging, naik antara 30% hingga 45%. Seow baru-baru ini menaikkan harga makanannya untuk pertama kali sejak membuka kiosnya dua tahun lalu. Jika harga terus naik, 20% hingga 35% pelanggan mungkin tidak akan datang ke lapaknya lagi. Otoritas Moneter Singapura mengatakan kenaikan harga pangan global diperkirakan akan terus berkontribusi terhadap inflasi pangan lokal setelah tahun 2022. Harga pangan global sudah mulai naik selama pandemi, namun perang di Ukraina telah memperburuk tekanan inflasi tersebut. Bank Dunia telah melaporkan bahwa harga pangan diperkirakan akan naik sekitar 20% tahun ini sebelum mereda pada tahun 2023. Paul Teng, ajun rekan senior di S. Rajaratnam School of International Studies menyatakan Singapura kurang memperhatikan sumber pasokan makanannya. Mereka terlalu meremehkan industri pertanian dan berpangku tangan pada produk pangan negara lain. "Singapura telah meremehkan pertanian dan mengimpor makanan. Sekarang negara ini telah melakukan putaran balik, tetapi ini perlu waktu untuk melunasinya," kata Teng. Singapura sendiri saat ini secara teknis dan teknologi sedang mengembangkan industri pangannya. Namun dalam rangka mencapai tujuannya, masih ada dua masalah di tengah masyarakat harga dan sikap konsumen terhadap makanan jenis baru. Teng mengatakan konsumen secara khusus membeli makanan alami dan mungkin tidak akan mau menerima makanan baru. Misalnya saja, seperti ayam yang ditanam di laboratorium dan sumber protein alternatif. Sumber :news.detik PT Rifan Financindo |
| Mendag Zulkifli Hasan: Tenang, Harga Cabai Rawit Naik Cuma Faktor Musiman | PT Rifan Financindo Posted: 20 Jun 2022 06:02 PM PDT PT Rifan Financindo - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyambangi Kementerian Pertanian di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin (20/6/2022). Di dampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Mendag Zulhas menyebut kunjungan ini dalam rangka penguatan sinergi untuk penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau. Seperti komoditas cabai dan bawang merah yang harganya tengah melambung. "Kita ditugaskan urusi pangan ya. Pertama, saya ditugasin khusus agar pangan itu tersedia di seluruh Tanah Air. Kedua, harga mesti terjangkau," ujar Mendag Zulhas dikutip melalui akun youtube Kementerian Pertanian, Senin (20/6/2022). Mendag Zulhas menyampaikan kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah yang terjadi belakangan ini lebih dipengaruhi oleh siklus musiman. Hal ini diperkuat dengan pernyataan sejumlah pedagang yang dia dengar langsung saat melakukan kunjungan ke beberapa sejumlah pasar di wilayah Jakarta. "Seperti bawang merah, cabai keriting, cabai rawit, itu kan ada musim. Orang pasar juga saya tanya, biasa pak kalau musim gini harganya naik. Biarlah pak untuk petani agar ada bonus tahunan," ungkap Mendag Zulhas. Meski begitu, pihaknya akan terus memperkuat sinergi bersama Kementerian Pertanian untuk mengendalikan persoalan kenaikan harga cabai dan bawang merah dalam akhir-akhir ini. Mengingat, lonjakan harga yang terjadi berpotensi mempengaruhi laju inflasi di tengah pemulihan ekonomi nasional. "Kepentingan pertanian dan kepentingan konsumsi kita mesti erat kerja samanya, maka saya kemari," tutupnya. Sumber : liputan6 PT Rifan Financindo |
| Posted: 20 Jun 2022 04:45 AM PDT PT Rifan Financindo - Investor dinilai untuk diversifikasi portofolio investasi yang terbukti memiliki kombinasi pengembalian risiko lebih baik ketimbang berkonsentrasi pada volatilitas. Hal ini di tengah sentimen kenaikan inflasi dan suku bunga acuan bank sentral. Pada pekan ini, bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) memutuskan menaikkan suku bunga 75 basis poin yang merupakan kenaikan terbesar sejak 1994. Kenaikan suku bunga acuan tersebut mendorong suku bunga acuan 1,5 persen-1,75 persen. The Fed memberi sinyal kenaikan suku bunga signifikan lainnya pada bulan depan. Ketua The Fed Jerome Powell menuturkan, kenaikan 75 basis poin dan 50 basis poin kemungkinan akan terjadi pada pertemuan the Fed berikutnya. The Fed prediksi kenaikan suku bunga signifikan pada 2022, 3,4 persen pada Desember dan 3,8 persen pada akhir 2023. Itu kenaikan terbesar dari 1,9 persen dan 2,8 persen pada perkiraan Maret 2022. Langkah ini mengejutkan seiring bank sentral Swiss untuk pertama kali sejak 2007 menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin seiring inflasi yang meningkat. Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, ditulis Minggu (19/6/2022) menyebutkan pertanyaan apakah the Fed melakukan hal benar atau tidak? Sebelum keputusan itu, ekonom Mohamed El-Erian menulis bankir perlu melakukan lebih dari sekadar menaikkan suku bunga 75 basis poin untuk mengembalikan kredibilitas. "Langkah-langkah yang diperlukan termasuk membuat orang merasa lebih baik tentang keterampilan the Fed prediksi dan terdengar lebih keras pada inflasi," demikian mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia. sumber :liputan6 PT Rifan Financindo |
| You are subscribed to email updates from PT.Rifan Financindo Yogyakarta. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Comments
Post a Comment