PT.Rifan Financindo Yogyakarta

PT.Rifan Financindo Yogyakarta


Harga Emas Naik Usai Jatuh ke Level Terendah dalam 2 Pekan | PT Rifan Financindo

Posted: 02 Jun 2022 02:23 AM PDT

 

PT Rifan Financindo  -   Harga emas naik dari level terendah dalam dua pekan pada perdagangan Rabu. Kenaikan harga emas dipicu oleh investor yang melihat ke arah logam safe-haven di tengah kekhawatiran atas peningkatan inflasi terutama karena kenaikan harga bahan bakar, meskipun dolar yang lebih kuat dan imbal hasil AS yang lebih tinggi menahan kenaikan.

Dikutip dari CNCB, Kamis (2/6/2022), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 1.847,39 per ounce pada 13:50 ET (1750 GMT), setelah mencapai level terendah sejak 19 Mei di USD 1.827,80 pada awal sesi. 

Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,02 persen pada USD 1.848,7.

"Investor sekarang sangat membutuhkan tempat yang lebih aman daripada hanya treasury dan itulah mengapa Anda melihat emas mengungguli," kata Edward Moya, analis senior OANDA.

Harga minyak menguat pada hari Rabu setelah para pemimpin Uni Eropa menyetujui larangan parsial dan bertahap terhadap minyak Rusia.

"Inflasi tidak dapat benar-benar turun jika biaya energi ini setinggi itu. Jadi saya pikir risiko pengetatan yang jauh lebih agresif secara global dapat benar-benar memicu perdagangan emas," tambah Moya.

Perbankan pada status permintaan aman juga, indeks dolar naik 0,9 persen, sementara imbal hasil Treasury AS juga naik.

"Kami melihat beberapa short-covering di pasar berjangka dan sedikit bargain hunting di pasar tunai setelah tekanan jual baru-baru ini," kata analis senior Kitco Jim Wycoff.



Sumber : liputan6

PT Rifan Financindo

Kinerja Surya Esa (ESSA) Naik di Kuartal I-2022, Ditopang Kenaikan Harga Amoniak | PT Rifan Financindo

Posted: 30 May 2022 11:57 PM PDT

 PT Rifan Financindo   -   PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), Perusahaan publik yang bergerak di bidang Energi dan Kimia melalui kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas) dan pabrik Amoniak, mencatatkan kinerja keuangan yang cemerlang di sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. 

Melansir laporan keuangannya, ESSA mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 132% year on year (yoy) menjadi US$ 159 juta dari yang sebelumnya US$ 68,51 juta di kuartal I 2021. Pada periode ini, bisnis Amoniak menyumbang 92% ke total pendapatan, sedangkan bisnis LPG berkontribusi 8%.

Presiden Direktur PT Surya Esa Perkasa Tbk Vinod Laroya menyatakan, harga Amoniak & LPG yang lebih tinggi di kuartal tersebut ditambah dengan keunggulan operasional menyebabkan kinerja Kuartal I-2022 yang kuat. 

Seperti diketahui, pasar komoditas global mengalami kenaikan harga yang tajam karena  ekspektasi pemulihan global yang terus berlanjut dan juga terbatasnya pasokan akibat perang Rusia-Ukraina. 

ESSA mencatat harga realisasi Amoniak berada di US$  815/MT pada Kuartal I-2022, meningkat signifikan sebesar 173% dibandingkan dengan Kuartal I-2021. Sementara harga realisasi LPG berada pada US$ 798/MT pada Kuartal I-2022 atau 37% lebih tinggi dibandingkan Kuartal I-2021.

Di sisi operasional, ESSA merealisasikan produksi Amoniak sebesar 186.474 MT dengan tingkat utilisasi pabrik sebesar 115% pada Kuartal I-2022. Produksi LPG untuk Kuartal I-2022 adalah 15.578 MT dengan ketersediaan pabrik 99,8%. 

Kemudian, ESSA mencapai EBITDA sebesar US$ 69,1 juta, naik 126% yoy. Adapun laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik signifikan dari sebelumnya US$ 6,4 juta di kuartal I 2021 menjadi US$ 25,91 juta. 

"Saat ini kami memfokuskan berlanjutnya bisnis pada energi bersih. Kami sedang dalam proses melakukan studi kelayakan untuk Blue Ammonia dengan JOGMEC, Mitsubishi Corporation dan ITB dan berharap untuk segera memulai perjalanan yang sangat ditunggu-tunggu ini," jelasnya Senin (31/5). 

Ke depan, pihaknya akan tetap berhati-hati dalam pendekatan menuju pemulihan ekonomi. Di sisi lain, ESSA juga akan terus fokus pada keunggulan operasional, serta mengendalikan biaya untuk memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan. 


Sumber : industri.kontan 

 PT Rifan Financindo

Anak Usaha Waskita Karya (WSKT) Suntik Dana ke PT Trans Jabar Tol Rp 6,82 Miliar | PT Rifan Financindo

Posted: 30 May 2022 11:59 PM PDT




 PT  Rifan Financindo  -   PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) melakukan penambahan modal terhadap PT Trans Jabar Tol (TJT) sebesar Rp 6,82 miliar. Peningkatan modal ini diharapkan dapat memaksimalkan kinerja usaha TJT.

Sebagai informasi, nilai penambahan modal tersebut setara dengan 13.646 saham TJT, dengan nilai nominal per saham sebesar Rp 500.000. Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi dan transaksi material, dengan pembayaran setoran modal terhitung pada 24 Mei 2022.

Dengan demikian, kepemilikan WTR atas TJT meningkat dari sebelumnya 3.527.383 saham, menjadi 3.541.029 saham, atau total 99,99% dari modal disetor dan ditempatkan.

"Dapat kami sampaikan bahwa akta atas transaksi tersebut masih dalam proses di notaris," tulis manajemen PT Waskita Karya Tbk di Keterbukaan Informasi BEI, dikutip Senin (30/5).

Adapun, WTR adalah anak perusahaan WSKT dengan kepemilikan saham mencapai 87,60%. Sedangkan TJT adalah anak usaha dari WTR dengan kepemilikan saham sebesar 99,9%.

Setelah transaksi ini berlangsung, maka nilai total kepemilikan saham WTR terhadap TJT adalah sebesar Rp 1,77 triliun, sedangkan pemegang saham lainnya di TJT adalah Koperasi Waskita sebanyak 8 lembar saham atau 0,01% senilai Rp 4 juta.

"Latar belakang dilakukan Transaksi WTR dengan TJT adalah untuk memenuhi kebutuhan pendanaan pada TJT," lanjut manajemen WSKT.

Manajemen WSKT mengungkapkan, dengan adanya peningkatan modal dari WTR kepada TJT diharapkan dapat memaksimalkan kinerja usaha perusahaan dan diharapkan akan memberikan nilai tambah.

Untuk diketahui, Trans Jabar Tol merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembangunan dan pengelolaan jalan tol. TJT merupakan pengelola jalan tol Bogor – Ciawi – Sukabumi dengan panjang total 54 kilometer yang memiliki masa konsesi selama 45 tahun.



Sumber : industri.kontan

PT  Rifan Financindo

Comments

Popular posts from this blog

PT.Rifan Financindo Yogyakarta