PT.Rifan Financindo Yogyakarta

PT.Rifan Financindo Yogyakarta


Mengenal Buy on Breakout, Apa Itu | PT Rifan Financindo

Posted: 23 Nov 2021 05:40 PM PST

PT Rifan Financindo   -  Mungkin kamu lebih sering mendengar istilah Buy on Weakness (BoW). Namun, kamu juga bisa melakukan strategi untuk mendapatkan cuan di pasar saham dengan menerapkan Buy on Breakout lho! Apa itu?


Dilansir Investopedia, breakout sendiri mengacu pada kondisi dimana harga aset bergerak di atas area resisten atau support. Dengan kata lain, breakout merupakan situasi dimana suatu saham sudah berhasil "menjebol" resisten atau support tertentu.

Sekedar catatan, dikutip dari laman Ajaib, area support merupakan "alas". Sedangkan area resisten merupakan "atap" dalam suatu grafik atau chart. Namun, level support dan resisten setiap orang cukup berbeda alias cenderung subjektif.

Ajaib Sekuritas di laman resminya menyebutkan, breakout dalam saham juga bisa dipengaruhi banyak faktor. Salah satu ciri saham yang bakal breakout yakni jika suatu saham mulai meninggalkan tren sideways dengan diikuti volume yang lumayan besar.

Misalnya nih, dalam grafik menunjukkan terobosan ke atas dari pola grafik, hal itu dapat mengindikasikan bahwa harga bakal mulai tren lebih tinggi lagi.


 

Mengenal Buy on Breakout Illustration Bisnis Muda - Image: Canva

Mengenal Buy on Breakout Illustration Bisnis Muda - Image: Canva



Di satu sisi, Breakout yang terjadi pada volume tinggi juga menunjukkan keyakinan yang lebih besar nih. Artinya, harga lebih cenderung untuk tren yang lebih tinggi.

Nah, makanya ada yang namanya Buy on Breakout. Jika Buy on Weakness artinya membeli saham di harga lebih rendah, Buy on Breakout justru dilakukan ketika seorang trader membeli setelah harga saham berhasil meninggalkan tren sideways.

Dilansir The Balance, kamu bisa punya peluang cuan besar jika breakout terjadi ke atas. Soalnya, saat kamu melakukan Buy on Breakout, kamu sudah masuk dengan harga yang jauh lebih baik daripada siapa pun yang membeli pada harga breakout.

Hal-Hal yang Diperhatikan saat Buy on Breakout

Pada dasarnya, dikutip Investopedia, trader breakout adalah tipe trader yang menggunakan strategi breakout. Strategi ini bisa dibilang mencari level atau area yang enggak bisa dilewati oleh level "aman", dan cenderung menunggu suatu saham bergerak melampaui level tersebut.

Makanya, Buy on Breakout ini enggak bisa sembarangan dilakukan, Be-emers. Kamu juga perlu untuk melakukan riset dan memperhatikan sejumlah hal nih, antara lain:
  • Temukan Saham yang Tepat
    Suatu saham bisa membangun level support atau resistance yang kuat lho. Sahamonline.com menyebutkan, semakin lama level support dan resistance berperan, semakin baik hasilnya saat harga saham mencapai breakout.
     
  • Gunakan Analisis Teknis
    Investopedia menyebutkan, seorang trader breakout akan menggunakan analisis teknis untuk mengidentifikasi area breakout suatu saham. Mereka sering menggunakan garis tren atau pola harga.

    Misalnya, harga suatu saham telah resisten untuk bergerak di atas atau di bawah level harga atau area harga tertentu. Nah, para trader ini bakal mencoba mengambil untung dengan memasuki perdagangan ke arah breakout, dengan asumsi bahwa harga akan terus bergerak ke arah itu.


Sumber : bisnismuda 

PT Rifan Financindo

Harga Emas Meredup, Dolar AS Terbang Dipicu Hawkish The Fed | PT Rifan Financindo

Posted: 22 Nov 2021 06:43 PM PST

 


PT Rifan  Financindo  -  Harga emas global bergerak fluktuatif pada Senin (22/11/2021) usai pejabat bank sentral AS Federal Reserve mengatakan perlu mempercepat pengetatan moneter dan memicu dolar AS terbang sehingga menekan harga emas. 

Berdasarkan data Bloomberg, Senin (22/11/2021) pada 13.31 WIB, harga emas Comex tercatat turun 4,60 poin atau 0,25 persen ke US$1.849,70 per troy ons. 

Sementara itu, harga emas spot juga melemah 0,78 poin atau 0,04 persen ke US$1.844,95 per troy ons. 

Tim Riset Monex Investindo Futures mengatakan, pelemahan harga emas sejak akhir pekan lalu disebabkan adanya isu pengetatan dari salah satau anggota The Fed. 

"Christoper Waller, Pejabat The Federal Reserve AS pada pidato Jumat lalu menyebutkan perlunya pelaksanaan tapering yang lebih cepat dan pengetatan moneter untuk menjaga ekonomi AS, memicu dolar AS menguat," tulisnya dalam riset harian. Adapun, indeks dolar AS hari ini menguat 0,09 poin atau 0,09 persen ke posisi 96,12. 

Sebelumnya The Fed sudah melaksanakan tapering secara bertahap dari stimulus moneter yang berjalan, dan direncanakan akan berakhir pada pertengahan 2022. 

The Fed juga menyebutkan akan menaikkan suku bunga acuannya pada akhir 2022 mendatang. Kekhawatiran tingginya inflasi di AS juga memicu spekulasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari rencana sebelumnya, mendukung dolar AS menguat. 

Sementara harga emas masih bisa bertahan karena bisa digunakan sebagai lindung nilai dari ancaman inflasi. "Malam nanti data Existing Home Sales AS pukul 22:00 WIB berpeluang menjadi penggerak harga," tambahnya. 

Pada hari ini, harga emas berpotensi dibeli menguji resistance US$1.851 per troy ons. Selama harga bertahan di atas level US$1.842. Namun, jika turun ke bawah level tersebut, emas berpeluang dijual menguji support di US$1.838 per troy ons.





Sumber : market.bisnis  
PT Rifan  Financindo

Comments

Popular posts from this blog

PT.Rifan Financindo Yogyakarta