PT.Rifan Financindo Yogyakarta

PT.Rifan Financindo Yogyakarta


Peringatan FDA: Vaksin Johnson & Johnson Bisa Picu Sindrom GBS | PT Rifan Finanicndo

Posted: 12 Jul 2021 11:27 PM PDT

 PT Rifan Finanicndo - Otoritas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (AS) atau FDA memperbarui label peringatan untuk vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Johnson & Johnson dengan menyertakan informasi soal 'peningkatan risiko' gangguan neurologis langka yang disebut Guillain-Barre Syndrome (GBS).

Seperti dilansir AFP, Selasa (13/7/2021), kabar ini menjadi pukulan lebih lanjut untuk perusahaan produsen vaksin tersebut, yang telah mendapat izin penggunaan darurat pada Februari lalu namun baru sedikit digunakan dalam program vaksinasi Corona di wilayah AS.

Disebutkan sejumlah orang yang mengetahui persoalan tersebut, bahwa berdasarkan analisis sistem pemantauan keselamatan vaksin federal, para pejabat berhasil mengidentifikasi 100 laporan awal soal sindrom berbahaya GBS setelah sekitar 12,5 juta dosis disuntikkan.

Dari angka tersebut, sebanyak 95 kasus di antara merupakan kasus serius dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Satu kasus di antaranya berujung kematian.

GBS merupakan gangguan neurologis di mana sistem imunitas tubuh merusak sel-sel saraf, yang menyebabkan lemah otot atau, dalam kasus paling parah, kelumpuhan. Gangguan ini diderita oleh sekitar 3.000 hingga 6.000 orang setiap tahunnya di AS, dan sebagian besar telah sembuh.

Label peringatan baru untuk para perawat dan penerima menyebut bahwa untuk kebanyakan orang, gejala-gejala dimulai dalam waktu 42 hari sejak menerima vaksin. Namun disebutkan juga bahwa 'kemungkinan hal ini terjadi sangat rendah'.

Disebutkan juga dalam label peringatan itu bahwa orang-orang harus mencari pertolongan medis segera jika merasa lemah atau mengalami sensasi kesemutan, khususnya di bagian kaki atau lengan, yang semakin memburuk atau menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kesulitan berjalan, kesulitan dengan gerakan wajah termasuk berbicara, mengunyah atau menelan, penglihatan ganda atau tidak mampu menggerakkan mata, dan hilangnya fungsi kandung kemih atau usus juga menjadi alasan untuk mencari pertolongan medis segera.

Sementara FDA terus bekerja dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dalam pengawasan keselamatan vaksin, pihaknya 'terus menemukan manfaat yang diketahui dan potensial yang jelas lebih besar dari risiko yang diketahui dan potensial'.

GBS juga terpantau pada tingkat yang meningkat dengan vaksin tertentu, termasuk sejumlah vaksin influenza musiman dan vaksin untuk mencegah herpes zoster. Namun sejauh ini, tidak ada tanda-tanda serupa yang diidentifikasi dengan vaksin Corona buatan Moderna dan Pfizer-BioNTech yang juga digunakan AS.

Sumber: news.detik

 PT Rifan Finanicndo

Kuburkan Peti Mati yang Ternyata Kosong, Tim COVID Klaten: Gede dan Berat | PT Rifan

Posted: 12 Jul 2021 08:43 PM PDT

PT Rifan  -  Tim kubur cepat protokol COVID-19 di Kecamatan Polanharjo, Klaten, menguburkan sebuah peti mati kosong. Berikut ini penuturan tim kubur.

"Kita juga tidak bisa bedakan itu peti kosong atau tidak. Soalnya maaf, model petinya gede dan berat," kata Ketua Tim Kubur Cepat Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Yudi Kusnandar, kepada detikcom, Senin (12/7/2021).

Yudi yang juga Kades Karanglo ini mengatakan, awalnya pihaknya mendapatkan kabar salah satu warganya meninggal di sebuah rumah sakit di Solo. Kemudian pemakaman dilakukan pada Minggu (11/7).

"Dapat kabar warga saya meninggal kita siapkan tim, kita makamkan sampai selesai. Setelah itu kita makamkan lagi warga lainnya," jelas Yudi.

Setelah pemakaman kedua selesai, sambung Yudi, ada pemberitahuan dari pihak rumah sakit bahwa peti yang dimakamkan kosong. Akhirnya tim kubur pun membongkar makam.

"Akhirnya tadi pagi setelah dibongkar kosong. Jadi tidak kelihatan itu kosong atau isi sebab petinya saat diangkat juga berat," ungkap Yudi.

"Akhirnya tadi pagi kita bongkar. Terus dari RS dikirim balik peti yang berisi jenazah warga yang isi," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, tim kubur cepat protokol COVID-19 di Kecamatan Polanharjo, Klaten, dikabarkan menguburkan sebuah peti mati kosong. Makam yang terlanjur jadi pun dibongkar lagi karena peti tersebut kosong.

"Betul ada kejadian itu (penguburan peti kosong). Kejadiannya bermula pada Minggu (11/7) malam," ungkap Camat Polanharjo yang sekaligus Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kecamatan Polanharjo, Joko Handoyo, kepada detikcom, Senin (12/7).

Joko menyebut peristiwa itu berawal saat ada kabar warga Desa Karanglo berinisial PW meninggal di rumah sakit. Almarhum meninggal di salah satu RS di Kota Solo.

"Meninggalnya di RS di Solo Minggu siang. Kita siapkan Tim Kubur dengan protokol COVID-19 sebagaimana mestinya," lanjut Joko.

Joko menyebut prosesi pemakaman pun dimulai pukul 18.30 WIB sampai selesai. Tak diduga, setelah selesai menguburkan peti mati itu di makam Dusun Ngasem, Desa Karanglo, Polanharjo, pihak tim kubur mendapatkan telepon dari pihak rumah sakit.

"Tengah malam ada pemberitahuan dari RS jika peti yang dikuburkan kosong. Diketahui kosong saat petugas RS kaget karena jenazah masih di RS tapi petinya sudah dikirim ke Polanharjo," terang Joko.

Setelah mendapatkan kabar tersebut, tim akhirnya membongkar makam pada Senin (12/7) pagi tadi. Saat dibongkar peti mati itu memang benar-benar kosong.

Joko mengungkap kekeliruan itu terjadi karena jenazah dibawa saat pergantian shift petugas di rumah sakit. Petugas yang baru masuk tidak mengetahui jika jenazah almarhum masih di rumah sakit.

"Ternyata penyebabnya karena ada pergantian shift tugas di RS. Tapi semua sudah selesai dan jenazah warga yang asli sudah dibawa pulang dan dimakamkan," pungkasnya.


Sumber: News.detik

 PT Rifan

Comments

Popular posts from this blog

PT.Rifan Financindo Yogyakarta