PT.Rifan Financindo Yogyakarta
PT.Rifan Financindo Yogyakarta |
| Resmi Melantai di BEI, Saham ERA Graharealty (IPAC) Melesat 10 Persen | PT Rifan Financindo Posted: 29 Jun 2021 09:43 PM PDT PT Rifan Financindo - Saham emiten anyar PT Era Graharealty Tbk. menanjak 10 persen setelah perdagangan perdana sahamnya dibuka hari ini, Rabu (30/6/2021). Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (30/6/2021), saham dengan ticker IPAC tersebut menguat 10 persen menjadi Rp132 pada pukul 09.30 WIB. IPAC diperdagangkan sebanyak 3 kali dengan nilai transaksi Rp39.600 atau sebanyak 300 saham. Adapun, Era Graharealty menjadi perusahaan terbuka ke-22 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek PT UOB Kay Hian Sekuritas. Langsung Sentuh ARA "Hal ini merupakan key milestone dalam perjalanan perseroan untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang akuntabel dan transparan kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnis kedepan," kata Direktur Utama Era Graharealty Darmadi Darmawangsa, Rabu (30/6/2021). IPAC melepas 189,97 juta saham biasa atas nama lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) atau 20 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. Perinciannya, sebanyak 47,36 saham biasa atas nama yang merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan. Sedangkan sebanyak 142,60 juta saham merupakan saham biasa atas nama milik PT Realti Indo Mandiri untuk saham divestasi. Adapun, harga penawaran dalam IPO ini sebesar Rp120, sehingga perseroan mendapatkan dana segar senilai Rp22,79 miliar. Namun, apabila mengurangi divestasi dari PT Realti Indo Mandiri, pemegang lisensi properti ERA Indonesia ini hanya mendapatkan Rp5,68 miliar dalam aksi korporasi ini. Darmadi mengatakan dana hasil IPO tersebut seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja terkait kegiatan operasional perseroan seperti marketing, rekrutmen member broker dan agen baru, memperkuat eksisting brand perseroan saat ini, pengembangan sistem TI, pelatihan berstandar internasional, serta pengembangan kerjasama dengan pengembang untuk memasarkan proyek properti. "Kami dengan bangga menginformasikan bahwa IPAC mengalami oversubscribed sebanyak 381,8 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) setelah masa penawaran perdana saham yang berlangsung pada tanggal 18–23 Juni 2021," kata Head of Corporate Finance PT UOB Kay Hian Sekuritas Daud Gunawan. Sumber: Market.bisnis PT Rifan Financindo |
| Lelang Frekuensi 5G, Simak Dampaknya untuk Emiten Telekomunikasi | PT Rifan Financindo Posted: 29 Jun 2021 09:40 PM PDT PT Rifan Financindo – Dampak penerapan frekuensi 5G terhadap potensi kinerja emiten telekomunikasi dinilai belum akan terlihat dalam jangka pendek. Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio memaparkan secara keseluruhan, kinerja emiten sektor telekomunikasi cukup baik mengingat ekonomi yang belum pulih total akibat imbas dari kasus penambahan covid-19. Ia mencontohkan emiten seperti PT Smarfren Telecom Tbk. (FREN) mencatat kenaikan pendapatan 20 persen menjadi Rp2,4 triliun hingga kuartal I/2021. Begini Rekomendasi Sahamnya! Emiten lain yang menorehkan kinerja positif adalah PT Indosat Tbk. (ISAT). Dengan torehan pendapatan Rp7,3 triliun atau naik sekitar 12 persen, ISAT berhasil mencatatkan laba bersih pada kuartal I/2021 setelah dalam beberapa tahun sebelumnya selalu menanggung kerugian. Di sisi lain, Frankie mengatakan beberapa emiten lain seperti PT XL Axiata Tbk. (EXCL) mengalami penurunan pendapatan sebesar 3 persen menjadi Rp6,2 triliun. Hal senada juga terjadi pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) atau Telkom yang turun tipis dengan pendapatan Rp33,9 triliun, berbanding dengan pendapatan kuartal I/2020 senilai Ro34,1 triliun. "Segmen paket data merupakan hal yang cukup penting dewasa ini, sehingga hal ini yang sepertinya menopang kinerja sektor telekomunikasi," katanya saat dihubungi Bisnis pada Selasa (29/6/2021). Ini Persiapannya Sementara itu, Frankie mengatakan, dampak lelang frekuensi 5G terhadap sektor telekomunikasi belum akan terlihat signifikan dalam jangka pendek. Frankie memaparkan, jaringan ini masih sangat terbatas cakupan areanya. Hal ini juga ditambah dengan minimnya jumlah ponsel atau gawai (gadget) yang mendukung fitur 5G. Bila ada harganya masih tergolong premium atau cukup mahal. Ia melanjutkan, saat ini mayoritas emiten telekomunikasi juga masih memiliki pasar yang cukup besar pada jaringan 4G. Apalagi, saat ini masyarakat cenderung membeli paket jasa layanan internet bersifat komunal berupa perangkat Wifi orbit. Frankie mencontohkan, layanan Indihome milik TLKM saat ini masih cukup diminati oleh para konsumen karena mereka telah memiliki jaringan serat optic. Ia menambahkan dengan masih terjaganya pangsa pasar di segmen jaringan 4G, kinerja positif emiten telko dapat berlanjut sepanjang tahun ini. Adapun, Frankie masih menjadikan saham TLKM sebagai rekomendasi utamanya. Menurutnya, diversifikasi bisnis TLKM yang cukup banyak dapat memicu pertumbuhan kinerja dalam tahun-tahun mendatang. Hal tersebut juga didukung oleh produk layanan internetnya, Indihome, yang masih memiliki pasar yang sangat luas. Kemungkinan besar, lembaga edukasi di Indonesia seperti sekolah masih akan tetap melakukan sekolah online sampai penghujung tahun ini. "Hal ini yang bisa mendongkrak pengguna Indihome," imbuhnya. Sementara itu, secara teknikal harga saham TLKM saat ini telah menyentuh level support kuat di Rp3.100 - Rp3.200. Frankie memprediksi saham TLKM dapat menembus level resistancenya pada rentang Rp3.500 - Rp3.700. Selanjutnya, Frankie mengatakan investor juga dapat mencermati beberapa saham lain, seperti FREN dengan target harga Rp150 dan EXCL dengan target Rp2.900. Sumber: markt.bisnis PT Rifan Financindo |
| You are subscribed to email updates from PT.Rifan Financindo Yogyakarta. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Comments
Post a Comment