PT.Rifan Financindo Yogyakarta
PT.Rifan Financindo Yogyakarta |
| 5 Kontroversi Nobel Sastra | PT Rifan Finacnindo Posted: 08 Oct 2020 02:08 AM PDT
PT Rifan Finacnindo - Sejarah Hadiah Nobel bermula dari surat wasiat Alfred Nobel yang meninggal di Italia pada 1896. Sebelum meninggal, ia menulis wasiat, seluruh kekayaannya diberikan sebagai hadiah kepada orang-orang yang berjasa bagi dunia ilmu pengetahuan. Biasanya selama sepekan di bulan Oktober, Akademi Swedia sebagai komite yang dibentuk Yayasan Nobel akan mengumumkan para pemenangnya. Salah satunya, kategori sastra. Nobel Sastra dianugerahkan pertama kali pada 1901 kepada Sully Prudhomme dari Prancis. Tapi beberapa dekade belakangan, Nobel Sastra kerap menuai kontroversi. Pro kontra dari masyarakat terjadi mulai dari para pemenang yang diumumkan Akademi Swedia, skandal pelecehan seksual sampai bocoran nama pemenang. Berikut 5 kontroversi yang terjadi di Nobel Sastra, seperti dirangkum detikcom: 1. Nobel Sastra 2019 di Tengah Isu Genosida Kontroversi yang terbaru adalah peraih Nobel Sastra 2019, Peter Handke. Penulis asal Austria itu dikecam keras di tengah isu genosida.
Saat pemakaman Milosevic di tahun 2006, ia terang-terangan menyatakan dukungan kepada Milosevic atas kejahatan perang yang dilakukannya. Duta Besar Albania, Bosnia, Kroasia, Kosovo, dan Turki pun memboikot pemilihan Peter Handke. Unjuk rasa dan petisi pencabutan anugerah kepada Peter Handke juga berlanjut tapi Akademi Swedia tetap bersikukuh namanya pantas mendapat penghargaan tersebut. 2. Skandal Pelecehan Seksual Skandal pelecehan seksual di tubuh komite Akademi Swedia mencuat sejak tahun 2018. Di era #MeToo, korban pelecehan dari suami anggota Akademi Swedia, Jean-Claude Arnault dituduh melecehkan sebanyak 18 perempuan di Swedia dan Prancis. Fotografer itu terbukti melakukan pelecehan seksual dan membuat ia dibui selama sekitar dua tahun. Namanya dicoret dari dewan kehormatan bersama sang istri yang juga merupakan anggota dan tokoh berpengaruh di Swedia.
3. Nama Nominasi Nobel Sastra Bocor Tak hanya skandal pelecehan seksual saja, fotografer Jean-Claude Arnault yang juga suami dari salah satu anggota Akademi Swedia juga terbukti kerap membocorkan nama-nama yang masuk ke bursa. Ia memberikan bocoran kepada media-media dan sejumlah pihak tertentu untuk mendapatkan imbalan uang. Jean-Claude Arnault diketahui membocorkan 7 nama pemenang Nobel Sastra ke situs taruhan, di tahun 2005 nama Harold Pinter dan Bob Dylan pada 2019. Gara-gara kasus besar yang menghebohkan dunia, anugerah Nobel Sastra 2018 ditiadakan. Komite Akademi Swedia pun terpecah menjadi dua kubu, padahal keanggotaan mereka bersifat seumur hidup. Pemenang baru dibacakan pada 2019 dan diumumkan sebanyak dua pemenang. 4. Akademi Swedia Terpecah Belah Gara-gara skandal pelecehan seksual, Sekretaris Tetap Akademi Swedia Sara Danius keluar dari komite. Dua anggota lainnya juga memutuskan mengundurkan diri. Komite Akademi Swedia pun menjadi terpecah belah karena skandal tersebut karena kubu menjadi dua. Padahal status menjadi komite Akademi Swedia berlangsung seumur hidup sampai ajal menjemput, baru ada penggantinya.
5. Peraih Nobel Sastra 2016 Bob Dylan Pemilihan Bob Dylan sebagai pemenang Nobel Sastra 2016 menjadi kontroversi. Musisi itu dikenal sebagai penulis lirik lagu dan dianggap bukan karya sastra yang tinggi dihargai dunia. Pro kontra tak berhenti di situ saja, pidato Bob Dylan di hadapan publik dinilai plagiat dari SparkNotes atau situs yang mengkaji soal sastra.
Sumber: hot.detik PT Rifan Finacnindo |
| You are subscribed to email updates from PT.Rifan Financindo Yogyakarta. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |





Comments
Post a Comment