PT.Rifan Financindo Yogyakarta
PT.Rifan Financindo Yogyakarta |
| Jawab Komisi Pengarah, Panitia Formula E: Aspal di Monas Masih Dipoles | PT Rifan Financindo Posted: 26 Feb 2020 06:01 PM PST PT Rifan Financindo - Komisi Pengarah (Komrah) Pembangunan Kawasan Medan Merdeka menyebut aspal untuk ajang balapan Formula E di Monas tidak semulus seperti yang diklaim Pemprov DKI Jakarta. Pihak penyelenggara angkat bicara soal temuan Komrah. Juru Bicara Formula E Jakarta Husain Abdullah mengatakan bahwa aspal untuk balapan mobil listrik ini masih dalam tahap penyempurnaan. Sehingga kondisinya saat ini masih belum terlihat mulus sepenuhnya. "Yang aspal itu sebelum digunakan, kualitas itu sudah didiskusikan dengan pihak di London dan secara kuantitas itu cukup digunakan pada balap Formula E. Bahwa masih ada sisa-sisa, masih kelihatan mengganggu di table stone itu, memang pihak penyelenggara di Jakarta, itu masih akan melakukan pembersihan," kata Husain saat dihubungi, Rabu (26/2/2020) malam.
Kondisi sampel aspal yang diambil Komrah yakni tidak mengelupas sempurna. Husain memastikan sela-sela cobblestone yang masih terisi oleh aspal akan dibersihkan hingga nampak kembali seperti semula seperti sebelum ditimpa aspal untuk lintasan Formula E. "Lalu aspal itu sendiri meski sudah dianggap layak sebelumnya tetapi sampai malam ini pihak penyelenggara di Jakarta itu tetap juga mengkaji dan besok ada tele conference dengan pihak di London untuk menyampaikan hasil uji coba yang sudah dilakukan," ujar Husain. Pengambilan sampel dipimpin oleh ahli lingkungan hidup dari IPB, Profesor Bambang Hero. Bambang menuturkan hasil analisis laboratorium akan menunjukkan kondisi awal sebelum ditebang dan setelah ditebang. Tim Komrah mengambil sampel di beberapa jenis pohon, tanah, dan aspal yang hendak digunakan dalam gelaran Formula E. Hasil analisis di laboratorium kemudian akan diserahkan kepada pimpinan Komrah untuk mengambil keputusan lebih lanjut. "Karena kita bisa saksikan itu masih membekas aspalnya itu. Kalau kemarin disampaikan semua mulus segala macam, ternyata tidak. Ini tidak semulus seperti yang dinyatakan, dan ini masih membekas. Jadi ada disturbing terhadap table stone di sini," ujar Bambang, Rabu (26/2). Sumber: News.detik PT Rifan Financindo | |
| Rupiah Berpotensi Dibuka Melemah, Uji Level Rp13.935 | PT Rifan Financindo Posted: 25 Feb 2020 05:50 PM PST ![]() PT Rifan Financindo - Rupiah berpotensi dibuka melemah dan menguji level Rp13.935 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (26/2/2020), seiring dengan sentimen penyebaran virus corona atau Covid-19 diyakini akan menekan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa rupiah berpotensi melanjutkan pelemahan dari penutupan perdagangan sebelumnya Selasa (25/2/2020), yaitu di level Rp13.886 per dolar AS, melemah 0,11 persen atau terkoreksi 15 poin. "Kemungkinan rupiah masih akan melemah di range Rp13.835 per dolar AS hingga Rp13.935 per dolar AS," ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (26/2/2020). Ibrahim mengatakan bahwa kondisi global akibat virus corona yang terus tak tentu arah, mengurangi permintaan produk, investasi, hingga pariwisata dalam negeri. Berdasarkan kajian Bank Indonesia (BI), penurunan devisa akibat penyebaran virus corona dari sisi investasi adalah US$0,4 miliar dan pariwisata mencapai US$1,3 miliar sehingga secara keseluruhan devisa dari ekspor pun diyakini turun. Ibrahim menilai untuk mengantisipasi itu pemerintah dan Bank Indonesia harus memperkuat stabilitas ekonomi dengan cara melakukan strategi bauran kebijakan baik moneter maupun fiskal sehingga bisa meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian dalam negeri. Bank Indonesia pun telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75 persen pada pekan lalu dan mengatakan, siap menggelontorkan stimulus lainnya. Di sisi lain, pada perdagangan sebelumnya Bank Indonesia tampak kembali melakukan intervensi di pasar melalui perdagangan DNDF. Perdagangan tersebut sudah aktif bertransaksi dari pembukaan perdagangan dan kondisi global ini sudah diantisipasi sebelumnya oleh Bank Indonesia, sehingga dengan sigap dan melakukan penjagaan ketat dan ekstra waspada terhadap rupiah. "Namun, intervensi yang dilakukan oleh BI tidak bisa membawa rupiah menguat, tetapi tetap apa yang dilakukan oleh bank sentral tersebut sudah memberikan upaya maksimal untuk menahan laju pelemahan mata uang rupiah," jelas Ibrahim. Sumber: Market.bisnis PT Rifan Financindo |
| You are subscribed to email updates from PT.Rifan Financindo Yogyakarta. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |


Comments
Post a Comment